Kamis, 28 Februari 2013

Contoh Makalah Ekonomi

Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan merupakan suatu faktor kebutuhan dasar untuk setiap manusia sehingga upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, karena melalui pendidikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan. Pendidikan mempengaruhi secara penuh pertumbuhan ekonomi suatu Negara (daerah). Hal ini bukan saja karena pendidikan akan berpengaruh terhadap produktivitas, tetapi juga akan berpengaruh fertilitas masyarakat. Pendidikan dapat menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan dan pembangunan suatu Negara.


Hampir semua negara berkembang menghadapi masalah kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang diakibatkan oleh rendahnya mutu pendidikan. Hal ini ditunjukkan oleh adanya tingkat melek huruf yang rendah, pemerataan pendidikan yang rendah, serta standar proses pendidikan yang relatif kurang memenuhi syarat.

contoh makalah ekonomi

Padahal kita tahu, bahwa pendidikan merupakan suatu pintu untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk itu peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak harus dilakukan. Karena dengan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dapat memberikanmultiplier efect terhadap pembangunan suatu negara, khsususnya pembangunan bidang ekonomi.


Pendidikan merupakan bentuk investasi sumber daya manusia yang harus lebih diprioritaskan sejajar dengan investasi modal fisik karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Di mana nilai balik dari investasi pendidikan (return on investment = ROI) tidak dapat langsung dinikmati oleh investor saat ini, melainkan akan dinikmati di masa yang akan datang.

contoh makalah ekonomi

Mengingat modal fisik, tenaga kerja (SDM), dan kemajuan teknologi adalah tiga faktor pokok masukan (input) dalam produksi pendapatan nasional. Maka semakin besar jumlah tenaga kerja (yang berarti laju pertumbuhan penduduk tinggi) semakin besar pendapatan nasional dan semakin tinggi pertumbuhan ekonomi. Pertanyaannya, apakah ada pengaruh pendidikan terhadap petumbuhan ekonomi? Bagaimana cara pendidikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, dan bagaimana kondisi atau realitas di Indonesia?
contoh makalah ekonomi


kamu bisa download di sumber : http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-makalah-ekonomi-pendidikan-dan.html

Contoh Makalah Bahasa Indonesia Untuk SMA

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi informasi telah menjadi pemicu terhadap upaya perubahan sistem pembelajaran di sekolah. Upaya untuk melepaskan diri dari kungkungan pembelajaran konvensional yang memaksa anak untuk mengikuti pembelajaran yang tidak menarik, dan membosankan.
Kondisi sekolah, senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sekolah yang tetap berkutat pada instruksional kurikulum hanya akan membuat peserta didik gagap melihat realitas yang mengepungnya.
Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan (persekolahan) sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tangah-tengah masyarakatnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi penunjang sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya.


1.2 Identifikasi
Tidak adanya motivasi mengakibatkan munculnya kebosanan akibat pembelajaran yang saat ini terkesan monoton. Sehingga tercipta metode belajar yang lebih menarik dan efektif. Dengan adanya ruang multimedia yang digunakan sebagai fasilitas pembelajaran, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Dengan rendahnya motivasi dan terbatasnya fasilitas dapat mengakibatkan lambannya peningkatan mutu pendidikan.


1.3 Rumusan masalah
Pembelajaran di sekolah bertujuan untuk membangun pengetahuan siswa dalam bidang studi atau keterampilan tertentu. Pengetahuan itu bisa diperoleh dengan berbagai cara, namun apapun cara yang dilakukan oleh guru atau pembimbing tidak lain hanyalah untuk "membelajarkan siswa" baik di dalam maupun di luar kelas. Guru perlu cara yang mampu menggugah motivasi siswa untuk belajar, karena guru dewasa ini bukanlah satu-satunya objek pembelajaran, namun perannya lebih besar sebagai mediator transfer ilmu. Berkaca dari realita yang ada di masyarakat umum, sebagian anak perlu diperintah untuk belajar dan lebih suka menonton televisi. Jawabannya karena motivasi. Penyajian materi yang disajikan melalui televisi lebih menarik daripada penyajian materi di dalam kelas oleh guru. Penggunaan ruang multimedia merupakan pilihan yang sangat populer saat ini sebagai wujud implementasi e-learning. Guru menggunakan fasilitas komputer/laptop dan LCD sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembelajaran dan menyampaikan materi di kelas. Materi disusun dalam format presentasi atau menggunakan pemutaran video yang berkaitan dengan materi.
Perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi telah memberikan pergeseran dalam pembelajaran, misalnya interaksi guru dan siswa tidak harus dilaksanakan dengan tatap muka, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media yang tersedia dalam laboratorium multimedia. Perubahan demi perubahan, khususnya dalam bidang teknologi informasi telah mengantarkan manusia memasuki era digital.
Ruang multimedia yang dimaksudkan oleh penulis adalah ruangan yang didalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Lokal Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk (server), mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer dan AC (Air Conditioning) jika memungkinkan. Untuk ini memang dibutuhkan investasi awal yang cukup besar baik dari penyediaan sarana komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain, beban operasional yang semakin besar serta biaya perawatan yang juga mahal. Selain itu dibutuhkan kemauan serta kemampuan dari para tenaga pendidikan untuk melakukan renovasi pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang berbasis ICT (Information Cmunication Technologi) juga siswa sebagai subjek pembelajar yang mampu/terampil menggunakan sarana yang tersedia. Ruang multimedia dapat digunakan untuk semua bidang studi baik untuk menyampaikan materi melalui audio-visual (layar LCD), audio saja (headphone) yang biasanya digunakan untuk program bahasa, menyampaikan tugas/ulangan kepada siswa. Mengakses materi pelajaran melalui internet atau chating dengan siswa lain di dalam ruangan itu yang tentunya lebih menarik bagi siswa dan lebih memudahkan bagi guru untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.


1.4 Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat penulis ditujukan untuk :
1. Memudahkan siswa dalam menyerap dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh pengajar.
2. Meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Technology)
3. Memberikan pilihan metode baru bagi pengajar dalam menyampaikan materi.

sumber : http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-makalah-bahasa-indonesia-untuk.html

Contoh Daftar Pustaka

1.1 Latar Belakang


Perkembangan teknologi informasi telah menjadi pemicu terhadap upaya perubahan sistem pembelajaran di sekolah. Upaya untuk melepaskan diri dari kungkungan pembelajaran konvensional yang memaksa anak untuk mengikuti pembelajaran yang tidak menarik, dan membosankan.
Kondisi sekolah, senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sekolah yang tetap berkutat pada instruksional kurikulum hanya akan membuat peserta didik gagap melihat realitas yang mengepungnya.
Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan (persekolahan) sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tangah-tengah masyarakatnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi penunjang sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya.


1.2 Identifikasi
Tidak adanya motivasi mengakibatkan munculnya kebosanan akibat pembelajaran yang saat ini terkesan monoton. Sehingga tercipta metode belajar yang lebih menarik dan efektif. Dengan adanya ruang multimedia yang digunakan sebagai fasilitas pembelajaran, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Dengan rendahnya motivasi dan terbatasnya fasilitas dapat mengakibatkan lambannya peningkatan mutu pendidikan.


1.3 Rumusan masalah
Pembelajaran di sekolah bertujuan untuk membangun pengetahuan siswa dalam bidang studi atau keterampilan tertentu. Pengetahuan itu bisa diperoleh dengan berbagai cara, namun apapun cara yang dilakukan oleh guru atau pembimbing tidak lain hanyalah untuk "membelajarkan siswa" baik di dalam maupun di luar kelas. Guru perlu cara yang mampu menggugah motivasi siswa untuk belajar, karena guru dewasa ini bukanlah satu-satunya objek pembelajaran, namun perannya lebih besar sebagai mediator transfer ilmu. Berkaca dari realita yang ada di masyarakat umum, sebagian anak perlu diperintah untuk belajar dan lebih suka menonton televisi. Jawabannya karena motivasi. Penyajian materi yang disajikan melalui televisi lebih menarik daripada penyajian materi di dalam kelas oleh guru. Penggunaan ruang multimedia merupakan pilihan yang sangat populer saat ini sebagai wujud implementasi e-learning. Guru menggunakan fasilitas komputer/laptop dan LCD sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembelajaran dan menyampaikan materi di kelas. Materi disusun dalam format presentasi atau menggunakan pemutaran video yang berkaitan dengan materi.
Perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi telah memberikan pergeseran dalam pembelajaran, misalnya interaksi guru dan siswa tidak harus dilaksanakan dengan tatap muka, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media yang tersedia dalam laboratorium multimedia. Perubahan demi perubahan, khususnya dalam bidang teknologi informasi telah mengantarkan manusia memasuki era digital.
Ruang multimedia yang dimaksudkan oleh penulis adalah ruangan yang didalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Lokal Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk (server), mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer dan AC (Air Conditioning) jika memungkinkan. Untuk ini memang dibutuhkan investasi awal yang cukup besar baik dari penyediaan sarana komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain, beban operasional yang semakin besar serta biaya perawatan yang juga mahal. Selain itu dibutuhkan kemauan serta kemampuan dari para tenaga pendidikan untuk melakukan renovasi pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang berbasis ICT (Information Cmunication Technologi) juga siswa sebagai subjek pembelajar yang mampu/terampil menggunakan sarana yang tersedia. Ruang multimedia dapat digunakan untuk semua bidang studi baik untuk menyampaikan materi melalui audio-visual (layar LCD), audio saja (headphone) yang biasanya digunakan untuk program bahasa, menyampaikan tugas/ulangan kepada siswa. Mengakses materi pelajaran melalui internet atau chating dengan siswa lain di dalam ruangan itu yang tentunya lebih menarik bagi siswa dan lebih memudahkan bagi guru untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.


1.4 Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat penulis ditujukan untuk :
1. Memudahkan siswa dalam menyerap dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh pengajar.
2. Meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Technology)
3. Memberikan pilihan metode baru bagi pengajar dalam menyampaikan materi.

sumber : http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-makalah-bahasa-indonesia-untuk.html

Contoh Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Arief, M. Rudyanto. (2011), Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP & MySQL, Andi, Yogyakarta.

Darsono, agustinus. ( 2011 ), Hotel Front Office, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta

Febrian. Jack (2007)Kamus Komputer & Teknologi Informasi.Informatika. Informatika, Bandung

Hanif Al Fatta.(2007) Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta

Jogiyanto. (2007) Komponen sistem informasi, Andi, Yogyakarta

Kamus Besar Bahasa Indonesia Jilid II

Kristanto. Andri (2008) Perancangan Sistem Informasi, Andi,Yogyakarta

Kusrini. dan Koniyo Andri.(2007)Tuntutan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi Dengan Visual Basic Dan Microsoft SQL Server. Andi,Yogyakarta

MADCOMS, (2011),Aplikasi Web Database dengan Dreamweaver dan PHP-MySQL, Andi, Yogyakarta.

Sigit W., Aloysius (2011),Website Super Canggih denagn Plugin jQuery Terbaik,. Cet. I, Mediakita, Jakarta.

SK. Menteri Perhubungan No.PM.10/Pw.301/Phb.77

Sutanta, Edhy. (2011),Basis Data Dalam Tinjauan Konseptual, Andi, Yogyakarta.

Zulkifli AM. (2009), Sistem Informasi Manajemen, Andi, Bandung

sumber : http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-daftar-pustaka-makalah.html

Contoh Makalah Kesehatan dengan judul PERSIAPAN DALAM PERSALINAN

IX. DAFTAR PUSTAKA

Arief, M. Rudyanto. (2011), Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP & MySQL, Andi, Yogyakarta.

Darsono, agustinus. ( 2011 ), Hotel Front Office, PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta

Febrian. Jack (2007)Kamus Komputer & Teknologi Informasi.Informatika. Informatika, Bandung

Hanif Al Fatta.(2007) Analisis dan Perancangan Sistem Informasi, Andi, Yogyakarta

Jogiyanto. (2007) Komponen sistem informasi, Andi, Yogyakarta

Kamus Besar Bahasa Indonesia Jilid II

Kristanto. Andri (2008) Perancangan Sistem Informasi, Andi,Yogyakarta

Kusrini. dan Koniyo Andri.(2007)Tuntutan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi Dengan Visual Basic Dan Microsoft SQL Server. Andi,Yogyakarta

MADCOMS, (2011),Aplikasi Web Database dengan Dreamweaver dan PHP-MySQL, Andi, Yogyakarta.

Sigit W., Aloysius (2011),Website Super Canggih denagn Plugin jQuery Terbaik,. Cet. I, Mediakita, Jakarta.

SK. Menteri Perhubungan No.PM.10/Pw.301/Phb.77

Sutanta, Edhy. (2011),Basis Data Dalam Tinjauan Konseptual, Andi, Yogyakarta.

Zulkifli AM. (2009), Sistem Informasi Manajemen, Andi, Bandung

sumber : http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-daftar-pustaka-makalah.html

Contoh Makalah Kesehatan dengan judul PERSIAPAN DALAM PERSALINAN

Ini adalah contoh makalah kesehatan yang berjudul persiapan dalam
persalinan, makalah kesehatan tentang persiapan dalam persalinan ini
bisa diambil gratis untuk kamu yang sedang mencari referensi untuk
belajar. contoh makalah kesehatan

A. latar belakang Kehamilan dan persalinan adalah proses yang normal,
tapi tidak menutup kemungkinan akan adanya berbagai persoalan. Oleh
karena itu, dibutuhkan pemantauan kesejahteraan janin, serta persiapan
persalinan dan kelahiran yang matang Orang-orang di sekitarnya seperti
bidan dan terutama keluarga harus turut serta menjaga kesejahteraannya.

B. TUJUAN

a. Tujuan Umum Agar mahasiswa lebih memahami tentang persiapan
persalinan dan kelahiran. b.Tujuan Khusus 1) Untuk mengetahui dan
memahami tentang pengertian persiapan persalinan dan kelahiran 2) Untuk
mengetahui dan memahami tentang komponen penting dalam rencana
persalinan 3) Untuk mengetahui dan memahami tentang Persiapan ibu akan
bersalin contoh makalah kesehatan

C. RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana menghadapi persiapan persalinan dan
kelahiran bayi? b. Apakah komponen penting dalam rencana persalinan? c.
Apakah yang harus dipersiapkan ibu akan bersalin?

baca selengkapnya di sumber :http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-makalah-kesehatan-per
siapan.html

Contoh Pendahuluan Makalah

Kebijakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP, 2005) yang dituang-kan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Bahasa Indo-nesia menggariskan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan secara tematik dan integratif (terpadu) dengan memfokuskan pada aspek keterampilan berbahasa (kompetensi komunikatif, Savignon, 1983). Pembelajaran bahasa Indonesia seperti itu sebenarnya sudah dikenal sejak diberlakukannya Kurikulum 1994. Kompetensi yang dituntut adalah kompetensi komunikatif, yakni kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, baik secara lisan maupun tulisan. Terkait dengan kurikulum yang berlaku sekarang, yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), tuntutan terhadap kompetensi komunikatif tersebut tidaklah menimbulkan permasalahan, mengingat sejak dulu kurikulum bahasa Indonesia sudah berorientasi pada kompetensi.
Pembelajaran bahasa Indonesia yang dilakukan secara tematik, artinya bahwa tiap kegiatan berbahasa pastilah berpangkal pada tema tertentu. Implikasinya, secara operasional suatu sajian pembelajaran bahasa Indonesia di dalam suatu pertemuan haruslah menggunakan suatu tema tertentu. Misalnya, jika dalam suatu pertemuan dipilih tema teknologi, diskusinya tentang teknologi, begitu pula kosakatanya,
<a href="http://sejuta-makalah.blogspot.com/2013/02/contoh-pendahuluan-makalah.html">Baca selengkapnya</a>

[category Contoh]
[tags contoh makalah, contoh pendahuluan makalah, pendahuluan makalah]

Sabtu, 23 Februari 2013

Contoh pendahuluan pendidikan bahasa - sastra indonesia

1.  Pendahuluan
            Aneka Widya sebagai jurnal pendidikan dan pengajaran adalah media untuk mensosialisasikan  dan mengkomunikasikan produk karya ilmiah seluruh staf dosen di IKIP Negeri Singaraja. Sebagai media komunikasi, Aneka Widya akan berperanan penting sebagai ujung tombak untuk mensosialisasikan  dan mengkomunikasikan keberadaan produk lembaga dengan lembaga lain baik di tingkat lokal, nasional bahkan mungkin di tingkat internasional. Itu berarti, kualitas produk karya ilmiah yang berupa hasil penelitian maupun kajian pustaka dari seluruh staf dosennya akan tampak dan tercermin pada karya tulisnya di Aneka Widya. Dengan demikian kualitas karya tulis pada Aneka Widya sebagai jurnal pendidikan dan pengajaran milik IKIP Negeri Singaraja merupakan salah satu tolok ukur kualitas produktivitas lembaga. Menyadari peran penting tersebut, Aneka Widya sebagi jurnal pendidikan dan pengajaran harus tampil berkualitas melalui karya-karya tulis ilmiah para dosennya.
            Berdasarkan hasil penilain tim akreditasi jurnal ilmiah tahun 2001 dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Aneka Widya secara keseluruhan memperoleh nilai 79,50 yang berkategori baik. Perolehan akumulasi nilai tersebut setelah ditelusuri per butir kriteria penilaian, ternyata dari segi substansi dan penyunting terimplisit penggunaan bahasa, perolehan nilainya sebatas kategori C (sedang) (Tim Akreditasi, 2001). Bila dilihat secara keseluruhan, perolehan nilai tersebut untuk sementara dapat melegakan hati. Tetapi, kalau ditelusuri lebih jauh penyebab akumulasi perolehan nilai tersebut tentu kualitasnya masih perlu dibenahi dan ditingkatkan. Upaya pembenahan dan peningkatan mutu ini sebagai upaya untuk dapat meraih nilai yang lebih tinggi  yakni nilai A, agar sejajar dengan jurnal karya ilmiah  perguruan tinggi lain seperti ITB (Institut Teknologi Bandung), UI(Universitas Indonesia) dan lain-lainnya. Dengan demikian,  segi penggunaan bahasanya sebagai salah satu faktor penyebabnya perlu mendapat perhatian untuk dibenahi dan ditingkatkan terutama tingkat kekohesifan  teks yang mempengaruhi pembaca dalam upaya memahami bacaan.
            Abstrak merupakan bagian dari karya ilmiah yang berfungsi sangat strategis bagi keseluruhan isi karya ilmiah. Abstrak merupakan potret mini dari keseluruhan isi  karya ilmiah. Pembaca yang memiliki waktu terbatas, cenderung memfokuskan perhatiannya untuk membaca bagian abstrak  karya ilmiah tersebut. Sedangkan untuk membuat abstrak yang benar-benar  mencerminkan hal-hal prinsip keseluruhan isi suatu karya ilmiah tidaklah pekerjaan mudah. Para penulis sering mengalami kesulitan dalam menciptakan kepaduan dan keutuhan teks. Berdasarkan pengamatan sekilas penulis sebagai staf redaksi pada Aneka Widya, bahwa kekurang paduan teks  cenderung tampak pada jurnal pendidikan dan pengajaran bidang non-pendidikan bahasa. Untuk itu pengamatan dan penelitian yang intensif perlu dilakukan untuk memastikan kebenarannya.
            Berdasarkan pemikiran tersebut di atas, masalah yang akan dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah : (1) seberapakah tingkat kekohesifan abstrak artikel Aneka Widya jurnal pendidikan dan pengajaran non-pendidikan bahasa, dan (2) bagaimanakah penggunaan piranti kohesi abstrak artikel Aneka Widya jurnal pendidikan dan pengajaran  non-pendidikan bahasa IKIP Negeri Singaraja. Hasil penelitian ini akan bermanfaat memberikan informasi bagi para dosen sebagai umpan balik bagi penyempurnaan penulisan karya ilmiahnya untuk disalurkan ke jurnal Aneka Widya. Bagi para staf redaksi khususnya penyunting bahasa, hasil penelitian ini bermanfaat  sebagai bahan evaluasi untuk penyempurnaan kinerja selanjutnya agar Aneka Widya tampil lebih berkualitas. Sedangkan bagi lembaga, hasil penelitian ini akan memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan untuk mengambil langkah –langkah penyempurnaan.
             Adapun teori yang melandasi penelitian ini adalah sebagai berikut.  Teks bacaan terbangun atau terwujud atas sejumlah unsur pendukung yakni kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf. Semua unsur tersebut terwujud dalam teks bacaan yang merupakan wahana penuangan ide atau pikiran penulisnya. Unsur-unsur tersebut diisyaratkan tidak sekadar memiliki hubungan yang menggambarkan kesatuan (unity), melainkan juga dituntut adanya tataan dan jalinan erat antara satu unsur dan unsur lain, sehingga tercipta keselarasan teks. Tataan dan jalinan erat antarunsur inilah yang secara kualitatif  disebut hubungan kohesif (Widodo, 1987: 45).
            Kohesi dalam hubungannya dengan kepaduan atau kekohesifan, telah ditegaskan pula oleh para ahli bahwa kohesi merupakan suatu potensi untuk menghubungkan unsur-unsur dalam teks satu sama lain (Halliday dan Hasan, 1980: 27), dan menjadi suatu hal yang mendasar bagi pembentukan teks (Fowler, 1986: 61). Dalam hal ini, piranti kohesi sangat berperanan sebagai penjalin hubungan, karena teks yang kohesif akan membawa pengaruh pada kejelasan hubungan antara kesatuan  bentuk kebahasaan yang satu dan yang lainnya. Hubungan ini benar adanya terbukti dari adanya formula untuk menentukan tingkat kekohesifan teks (tulisan) yang dikembangkan oleh penulisnya berdasarkan frekuensi pemakaian piranti kohesi pada tulisan (teks) tersebut yang telah dikembangkan oleh Scinto (dalam Hartnett, 1986: 410). Formula ini melihat kekohesifan teks berdasarkan frekuensi pemakaian piranti kohesi dalam teks dengan membandingkan jumlah satuan topik (topic unit) yang ada dalam teks.
            Dalam pemahaman bacaan terjadi proses interaksi antara pembaca dan teks dalam suatu peristiwa membaca. Goodman (dalam  Smith, 1973: 25) mengemukakan bahwa pembaca menggunakan sistem simbul (cue system) secara serentak yaitu graphophonic, syntactic, dan semantic. Melalui tiga sistem simbul ini pembaca meramalkan makna teks.  Itu berarti dalam upaya pemahaman bacaan akan terjadi interaksi komunikasi antara pembaca dan teks yang dibaca. Tindak membaca melibatkan unsur pembaca, teks, dan interaksi antara pembaca dan teks. Unsur interaksi tersebut merupakan proses interpretasi makna teks yang bertujuan untuk menangkap pesan atau gagasan dari penulis. Teks itu sendiri adalah suatu kesatuan makna (Halliday dan Hasan, 1980: 2), dan kepaduan makna teks direalisasikan  oleh kohesi dengan piranti kohesinya. Dengan demikian memahami teks melibatkan aspek memahami pesan yang direalisasikan dalam satu kesatuan makna oleh kohesi melalui piranti kohesi dalam teks.
            Tingkat kekohesifan teks yang diwujudkan melalui pemakaian piranti kohesi dalam wacana tulis (karya ilmiah) merupakan faktor penting kebahasaan yang dapat mendukung atau pun menghambat upaya pembaca untuk memahami isi wacana tulis.  Sebagaimana yang dikemukakan oleh De Beaugrande (1980) bahwa piranti kohesi berfungsi membangun keefektifan suatu teks. Piranti kohesi terdiri atas unsur pengulangan (recurrence), kepastian (definiteness), koreferensi anafora, katafora, elipsis dan penghubung. Efesiensi teks terbentuk karena adanya piranti kohesi tersebut, yang berfungsi menjalin dan membentuk makna dan keurutannya dalam suatu teks, sehingga mudah bagi pembaca menginterpretasikan makna teks tersebut. Widodo (1987) lebih jauh menegaskan bahwa peranan dan fungsi piranti kohesi secara formal hadir sebagai alat penjalin keselarasan dan kepaduan teks akan berimplikasi pada kelancaran pemahaman teks.
            Hasil penelitian Domel (1990) dan Wendra (1995) menyimpulkan bahwa keamampuan mengidentifikasi piranti kohesi  dan kemampuan memahami bacaan menunjukkan korelasi yang tinggi. Tingkat kekohesifan teks mempengaruhi upaya pembaca dalam memahami bacaan. Dengan demikian tingkat kekohesifan teks bacaan berperanan penting dan mempengaruhi upaya pembaca  dalam memahami bacaan.